Saturday, February 28, 2009

Neraka - BAB 5, TEROWONGAN YANG MENGERIKAN

BAB 5TEROWONGAN YANG MENGERIKAN
Aku mencoba mengingat-ingat khotbah-khotbat yang pernah kudengar tentang neraka, tetapi tak pernah hal-hal yang sedemikian mengerikannya seperti yang Tuhan tunjukkan padaku di sini. Neraka benar-benar lebih buruk daripada apa yang dapat kita pikir atau bayangkan. Sungguh menyakitkan buatku mengetahui bahwa jiwa-jiwa yang sekarang berada dalam siksaan di neraka adalah untuk selama-lamanya. Tak ada jalan keluar. Aku memutuskan bahwa aku akan melakukan apapun juga dengan segala kekuatanku untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dari kengerian ini. Aku akan memberitakan Injil kepada setiap orang yang aku jumpai karena neraka adalah tempat yang sangat menakutkan dan karena semua ini adalah laporan nyata. Apakah anda menyadari apa yang aku katakan? Apabila orang-orang berdosa tidak mau bertobat dan percaya kepada Injil mereka pasti akan berakhir di tempat ini. Percayalah akan Injil Tuhan Yesus Kristus dan panggillah Dia untuk menyelamatkanmu dari dosa. Bacalah Injil Yohanes pasal 3 dan 14. Dan bacalah buku ini halaman demi halaman sehinggal anda lebih memahami tentang neraka dan alam baka. Sementara anda membaca berdoalah agar Yesus masuk ke dalam hatimu dan membasuh dosa-dosamu sebelum terlambat. Yesus dan aku berjalan memasuki neraka. Jalan setapak itu berupa tanah yang hangus, kering, terpecah-pecah dan tandus. Aku memandangi deretan lubang-lubang sejauh mata memandang. Aku sangat lelah. Hatiku, rohku patah karena semua yang kulihat dan kudengar ini. Dan pada akhirnya kusadari, bahwa di depanku masih banyak yang lain. "Yesus berikan aku kekuatan untuk melanjutkan perjalanan ini." aku berseru. Sesuai dengan pimpinan Yesus, aku berjalan rapat di belakangNya. Aku dipenuhi rasa pedih disebabkan oleh hal-hal mengerikan yang telah kulihat. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, apakah dunia akan mempercayaiku. Aku menengok ke kanan dan kekiri serta ke belakang - ada banyak lubang-lubang api sepanjang mata memandang. Aku dikitari oleh api, nyala api dan jiwa-jiwa yang terbakar. Aku menjerit dengan rasa takut luar biasa. Kengerian dan kenyataan akan apa yang kulihat terlalu berat untuk kutanggung. "Ha bumi, bertobatlah," aku menjerit. Isakan yang dalam menggetarkan rohku sambil aku berjalan bersama Yesus. Aku bertanya-tanya apa lagi berikutnya. Aku bertanya-tanya apa yang sedang keluargaku lakukan dan teman-temanku... Oh, betapa aku mengasihi mereka! Aku teringat bagaimana aku pernah berdosa sebelum aku kembali kepada Yesus dan aku bersyukur kepada Tuhan bahwa aku kembali sebelum terlambat. Yesus berkata, "Kita kita hampir sampai pada terowongan yang melaluinya kita akan sampai ke dalam perut neraka. Neraka berbentuk menyerupai tubuh manusia terletak di pusat bumi. Tubuh ini berbaring pada punggungnya dengan kedua lengan dan kakinya terbentang. Seperti Aku memiliki tubuh orang percaya demikian juga neraka memiliki suatu tubuh dosa dan kematian. Sebagaimana tubuh Kristus dibangun setiap hari, maka tubuh nerakapun dibangun setiap hari." Dalam perjalanan menuju terowongan itu, kami melewati lubang-lubang menyala dengan jeritan dan rintihan orang-orang terkutuk itu terdengar di telingaku. Banyak yang berseru kepada Yesus ketika kami melintas. Sementara yang lain mencoba untuk memanjat keluar dari lubang-lubang api dengan maksud menjangkauNya, tetapi tidak dapat. Terlambat, terlambat, jerit hatiku. Kepedihan selalu tergambar pada wajah Yesus sambil Ia berjalan. Aku jadi teringat dan berpikir ketika melihat lubang-lubang api itu, banyak kali kami memasak masakan di luar halaman belakan rumah kami dan bagaimana merahnya batu bara panas itu setelah berjam-jam dinyalakan. Sungguh sangat mirip dengan apa yang kulihat di sini dalam neraka. "Aku begitu bersyukur pada waktu memasuki terowongan itu. Kupikir terowongan itu tidaklah mungkin seburuk lubang-lubang itu. Tetapi betapa kelirunya aku! Segera sesampai kami di dalam, aku mulai melihat ular-ular yang besar, tikus-tikus besar dan banyak roh-roh jahat, yang semuanya berlarian karena kehadiran Tuhan. Ular-ular itu mendesis ke arah kami dan tikus-tikus itu melengking-lengking. Begitu banyak suara-suara setan. Bayangan yang gelap serta menyeramkan melingkupi kami. Yesus merupakan satu-satunya cahaya yang terlihat dalam terowongan itu. Aku berdiri serapat mungkin padaNya. Setan-setan dan hantu ada di semua sisi dari gua yang besar ini dan mereka pergi ke suatu tempat, naik dan keluar dari terowongan itu. Aku tahu kemudian, bahwa roh-roh jahat itu keluar menuju bumi untuk melakukan perintah-perintah Iblis. Merasakan bahwa aku takut terhadap tempat yang gelap, lembab dan kotor itu, Yesus berkata, "Jangan takut, kita akan segera mencapai ujung terowongan itu. Aku harus memperlihatkan semua ini kepadamu. Mari, ikutilah Aku." Ular-ular raksasa menjalar melewati kami. Beberapa dari ular-ular itu berdiameter 1,2 m dan panjangnya 7,5 m. Bau yang kotor dan pengap memenuhi udara, dan roh-roh jahat berada dimana-mana. Yesus berkata, "Kita akan segera tiba pada perut neraka. Bagian neraka ini dalamnya 17 mil dan melingkar 3 mil menyerupai lingkaran." Yesus merikanku ukuran yang persis. Aku akan mencoba semampuku untuk menuliskan dan menceritakan apa yang kulihat dan kudengar. Aku akan melakukannya untuk kemuliaan Allah Bapa, kemuliaan Allah Putra dan kemuliaan Roh Kudus. Biarkanlah kehendak Tuhan yang jadi. Aku tahu bahwa Yesus memperlihatkanku semuanya ini sehingga aku dapat memperingatkan laki-laki dan perempuan di dunia ini untuk menghindarkan diri daripada neraka berapapun harganya. Saudara-saudara yang kekasih, apabila engkau sedang membaca buku ini dan engkau belum mengenal Yesus, berhentilah sekarang. Bertobatlah dari dosa-dosamu dan undanglah Ia untuk menjadi Juru Selamatmu.
*******************

No comments: