Saturday, February 28, 2009

Neraka - BAB 12, TANDUK - TANDUK

BAB 12TANDUK - TANDUK
Yesus berkata, "Malam ini anakKu, kita akan pergi ke bagian lain dari jantung neraka. Aku akan memberitahumu tentang tanduk-tanduk itu dan memperlihatkan bagaimana tanduk-tanduk itu digunakan untuk menyalurkan roh-roh jahat dan kekuatan setan menuju ke permukaan bumi." Pada waktu Yesus berbicara, aku mulai menyaksikan suatu visi terbuka. Dalam visi itu, aku melihat sebuah rumah pertanian tua, nampak abu-abu dan mati, dikelilingi oleh pepohonan mati serta rumput-rumput kering yang tinggi. Halaman di seputar rumah itu dikotori oleh benda-benda mati. Tak ada kehidupan di sana. Rumah pertanian itu nampak seolah-olah ditempatkan pada sudut-sudut dan tenggelam di tengah-tengah lapangan itu. Bangunan lain tak kelihatan. Kematian dimana-mana. Aku tahu bahwa rumah pertanian itu adalah bagian dari neraka, tetapi aku belum dapat memahami apa yang sedang kulihat. Di dalamnya, di belakang jendela-jendela yang kotor nampaklah bayangan-bayangan besar yang berbentuk manusia. Penampilan mereka terasa jahat. Salah satu dari bentuk itu bergerak ke arah pintu dan membukanya. Aku melihat pada waktu seorang yang sangat besar dengan otot-otot yang sangat besar keluar dari pintu dan berjalan menuju serambi. Aku melihatnya dengan jelas. Tingginya sekitar 1,80 meter dengan perawakan tubuh menyerupai atlit angkat besi. Warna kulitnya kelihatan mati seperti sekelilingnya. Ia hanya mengenakan setelan celana pria. Celana itu berwarna sekelabu dan semati kulit bagian atas tubuhnya yang terbuka. Daging-dagingnya menyerupai sisik dan kepalanya sangat besar. Sesungguhnya kepalanya demikian besar sehingga kakinya melengkung karena harus menumpu beban yang sedemikian beratnya. Kakinya berkuku menyerupai kaki babi. Wajahnya kaku dan jahat, ia nampaknya sangat tua. Matanya beku dan wajahnya sangat lebar. Dalam penglihatan itu, aku melihat makhluk yang mengerikan ini berjalan keluar menuju serambi tua itu. Bumi bergetar sewaktu ia bergerak dan tanduk-tanduk keluar dari atas kepalanya - tanduk-tanduk besar yang tumbuk ke atas, ke atas dan hilang dari pandangan. Sewaktu ia berjalan aku melihat bahwa tanduk-tanduk itu bertumbuh bahkan dengan sangat pelannya. Tanduk-tanduk lain juga mulai tumbuh dari kepalanya. Tanduk-tanduk kecil muncul dari tanduk-tanduk yang lebih besar. Aku melihat bahwa kepalanya menyerupai seekor binatang buas, seekor binatang buas jahat yang kuat penuh dengan penghancuran. Setiap langkah yang dia ambil menggetarkan bumi. Yesus berkata, "Lihat," Aku melihat saat tanduk-tanduk itu naik ke atas dan berakhir di rumah-rumah, gereja-gereja, rumah-rumah sakit, kantor-kantor dan berbagai jenis bangunan di seluruh bumi. Tanduk-tanduk ini menyebabkan kerusakan besar di seluruh daratan. Aku melihat banyak orang terpedaya oleh kekuatan-kekuatan jahat ini dan jatuh dalam perangkap-perangkap Iblis. Kita sekarang berada dalam suatu peperangan - kebaikan melawan kejahatan, pikirku. "Kita sekarang berada dalam suatu peperangan," aku mendengar Roh Tuhan berbicara. "Kebaikan melawan kejahatan." Awan hitam keluar dari tanduk-tanduk itu dan menyemburkan banyak makhluk-makhluk setan yang keluar menuju bumi. Semua hal-hal yang Tuhan benci ada di sana. Aku melihat kerajaan-kerajaan muncul keluar dari bumi dan berjuta-juta orang mulai mengikuti kekuatan jahat ini. Aku melihat tanduk yang lama hilang dan tanduk yang baru tumbuh pada tempatnya. Aku mendengar Yesus berkata, "Hal ini sedang mulai terjadi saat ini! Hal-hal ini sedang, sudah, dan akan terjadi. Orang akan mencintai diri mereka sendir daripada mencintai Allah. Kejahatan akan merajalela pada hari-hari akhir ini. Laki-laki dan perempuan akan lebih mencintai rumah, mobil, tanah, gedung dan pekerjaan mereka, perak mereka dan emas mereka lebih daripada Aku." "Bertobatlah," Ia berkata, "karena Aku adalah Allah yang cemburuan. Tak ada suatupun dapat ditempatkan di atas penyembahanmu terhadap Aku - tidak juga anakmu laki-laki atau perempuan, maupun istri atau suami. Karena Allah adalah Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya di dalam Roh dan Kebenaran." Aku memperhatikan pada waktu tanduk-tanduk itu bergerak ke atas permukaan bumi, menjulang tinggi menuju ke langit. Kerajaan-kerajaan baru muncul dan ada perang serta kehancuran di seluruh daratan. Mereka yang menyembah binatang buas itu banyak. Binatang buas jahat yang bertanduk itu berjalan maju mundur seolah-olah sedang berpikir dan bumi bergoncang karena berat tubuhnya. Setelah beberapa menit ia kembali ke rumah pertanian itu. Awan-awan gelap timbul dan banyak orang mati di daratan itu. Aku melihat dunia di tengah-tengah kesusahan besar dan aku mulai berdoa dengan segenap hatiku. "Oh, Tuhan, tolonglah kami," aku berseru. Kemudian dua binatang buas dalam roh keluar dari bumi dan berperang satu sama lain. Aku tahu mereka itu datang dari neraka. Suatu lautan manusia berdiri memperhatikan pertempuran antara dua setan ini. Lalu aku melihat sesuatu muncul dari tanah di antara mereka. Mereka berhenti bertempur dan berdiri masing-masing pada sisi sebuah kapal besar. Kedua binatang itu mencoba menghancurkan kapal itu, tetapi tak dapat. Mereka menekannya kembali ke dalam bumi dan menguburkannya di antara mereka berdua. Mereka berdiri berhadapan muka lagi, siap untuk menyelesaikan pertempuran mereka. Aku mendengar suatu suara berkata, "Lihat." Pada waktu aku memperhatikan, sebuah cahaya muncul di atas tanah dimana kapal itu dikuburkan. Kapal itu kemudian muncul kembali pada permukaan tanah dan menjadi suatu piringan yang besar. Kedua binatang buas itu mulai berubah wujud dan menjadi besar dan hitam. Sebuah pintu di depan piringan itu terbuka dan suatu sorot sinar yang kuat memperlihatkan sebuah tangga. Tangga-tangga itu menuju ke bawah, ke bawah, menuju bumi dan aku mendengar suatu suara berkata, "Ke neraka!" Adanya kejahatan sangat terasa di udara dan aku merasa hilang dan terlepas pada waktu aku memperhatikannya. Suatu kekuatan sejajar keluar dari piringan itu dan aku kehilangan tempat berlari. Aku merasa terperangkap meskipun aku ada di dalam Roh. Hampir pada saat yang bersamaan Yesus mengangkatku ke atas, tinggi dan makin tinggi sampai aku menatap ke bawah pada penglihatan itu. Tetapi sekarang tangga-tangga itu menjadi eskalator yang bergerak turun naik dari pusat bumi. Pada waktu aku berada di samping Yesus aku merasa aman dan terlindung. "Hal itu akan keluar dari neraka," aku mendengar suatu suara berkata. Yesus berkata, "Hal ini akan terjadi dan hal ini masih akan datang. Tuliskanlah agar semua orang tahu." Dalam penglihatanku eskalator itu membawa naik kekuatan setan dan roh-roh jahat. Kedua binatang buas itu berdiri masing-masing pada tiap sisi kapal itu dan aku melihat mereka mulai berubah lagi. Aku mendengar suara deru yang keras - suara motor yang berlari dengan kecepatan tinggi. Kepala binatang-binatang buas itu menjadi besar dan suatu sinar mulai mengisi tangan mereka. Aku melihat kedua binatang buas dan kapal itu sewaktu ketiga-tiganya bergabung bersama-sama. Banyak jiwa seolah berjalan dalam tidurnya, berbaris menuju kepada salah satu binatang buas itu. Berjam-jam aku memperhatikan pemandangan yang mengerikan ini sampai pada akhirnya, salah satu dari binatang itu dipadati oleh manusia. Pada waktu aku mendengarkan, dari binatang yang pertama itu datang suara deru yang keras seolah-olah kapal terbang yang siap tinggal landas. Binatang itu mendapat kekuatannya dari kapal itu. Pada waktu itu ia mulai terbang, ia kembali dalam bentuk seorang manusia. Pada saat ia melayang, kepalanya nampak penuh cahaya dan kekuatan besar terpancar keluar daripadanya. Pada waktu ia menghilang menuju ke langit, kepalanya menjadi kapal lagi. Aku masih dapat mendengar suara binatang yang pertama itu pada saat aku memperhatikan binatang yang kedua terisi dengan jiwa-jiwa. Sewaktu telah penuh aku melihat binatang yang kedua mulai meluncur lurus ke atas seperti sebuah roket. Ia bergabung dengan binatang yang lain dan mereka berdua bergerak perlahan menuju langit kelabu. Binatang buas kedua juga mengambil rupa seorang manusia. Aku mendengar aung mereka yang keras sewaktu mereka hilang dari pandangan. Aku bertanya-tanya apakah arti semua ini. Aku melihat kapal atau piringan itu menempatkan dirinya kembali menuju ke bumi. Bumi menutupinya sampai kapal itu hilang dari pandangan. Pada saat penglihatan itu mulai menghilang, aku melihat sebuah ruang pengadilan yang besar dan aku teringat akan Pengadilan Takhta Putih.
*******************

No comments: