Saturday, February 28, 2009

Neraka - BAB 4, LUBANG-LUBANG YANG LAIN

BAB 4LUBANG-LUBANG YANG LAIN
Malam berikutnya Yesus dan aku pergi lagi ke kaki kanan neraka. Aku melihat seperti yang sudah-sudah, kasih yang Yesus miliki bagi jiwa-jiwa terhilang dalam neraka. Dan aku merasakan kasihNya bagiku dan bagi semua orang yang hidup di bumi. "Nak," Ia berkata kepadaku, "Bukan kehendak Bapa untuk satu manusiapun binasa. Iblis menipu banyak orang dan mereka mengikutinya. Tetapi Allah penuh pengampunan. Ia adalah Allah kasih. Seandainya saja orang-orang ini benar-benar datang kepada Bapa dan bertobat, Ia akan mengampuni mereka." Kelembutan yang luar biasa tergambar pada wajah Yesus sewaktu ia berkata, "BapaKu berilah kemurahan." Kami kembali berjalan di antara lubang-lubang yang menyala dan melewati lebih banyak orang dalam siksaan yang telah kugambarkan sebelumnya. Tuhanku, demikian mengerikan! pikirku. Kami terus dan terus berjalan melewati begitu banyak jiwa yang terbakar dalam neraka. Di sepanjang jalan setapak tangan-tangan yang terbakar menggapai-gapai Yesus. Mereka hanya berupa tulang-tulang tempat dimana dulu dagingnya bercokol. Sosok tubuh berwarna keabu-abuan dengan cabikan-cabikan daging busuk dan terbakar bergelantungan. Di dalam masing-masing kerangka mereka terdapat jiwa berupa kabut kotor menempel di dalam kerangka kering itu selama-lamanya. Aku dapat menduga lewat jeritan mereka, bahwa mereka merasakan api, ulat-ulat, rasa sakit dan keputusasaan. Dan tangis mereka memenuhi rohku dengan kesedihan luar biasa yang tak dapat kugambarkan. Seandainya mereka mau mendengar, pikirku, mereka tidak akan berada disini. Aku tahu bahwa jiwa-jiwa yang terhilang dalam neraka memiliki seluruh indera mereka. Mereka mengingat semua yang pernah diberitakan kepada mereka. Mereka tahu bahwa tidak ada jalan keluar dari api dan bahwa mereka terhilang selamanya. Akhirnya tanpa harapan, mereka masih berharap sambil berseru pada Yesus untuk mendapatkan belas kasihan. Kami berhenti pada lubang selanjutnya. Persis sama dengan yang lainnya dan di dalamnya ada sosok seorang wanita (aku mengetahui lewat suaranya). Ia berseru kepada Yesus agar dibebaskan dari api itu. Yesus memandangi perempuan itu dengan kasih dan berkata, "Sewaktu engkau ada di muka bumi, Aku memanggil dan memanggilmu untuk datang kepadaKu. Aku mengunjungimu beberapa kali pada malam hari untuk mengutarakan kasihKu. Aku memintamu, mengasihimu dan menarikmu kepadaKu lewat RohKu. "Ya, Tuhan," katamu, "Aku akan mengikutiMu." Dengan bibirmu engkau katakan engkau mengasihiKu, tapi hatimu tidak bersungguh-sungguh. Aku tahu di mana hatimu berada. Aku sering mengirimkan utusanKu kepadamu untuk mengatakan agar engkau bertobat dari dosa-dosamu dan datang kepadaKu. Aku ingin memakaimu untuk melayani yang lain, untuk menolong yang lain menemukanKu. Tetapi engkau menginginkan dunia dan bukan Aku. Aku memanggilmu, tapi engkau tidak mau mendengarkanKu, tidak juga engkau mau bertobat dari dosa-dosamu." Perempuan itu berkata kepada Yesus, "Engkau ingat, Tuhan, bagaimana aku pergi ke gereja dan aku adalah perempuan baik-baik. Aku masuk gereja. Aku menjadi anggota gerejaMu. Aku tahu panggilanMu atas hidupku. Aku tahu aku harus mentaati panggilan itu berapapun harganya dan aku melakukannya," ia berkata. Yesus berkata, "Perempuan, engkau masih penuh dosa dan dusta. Aku memanggilmu tetapi engkau tidak mendengarkanKu. Benar, engkau adalah anggota gereja, tetapi menjadi anggota gereja tidak membawamu ke sorga. Dosa-dosamu banyak dan engkau tidak bertobat. Engkau membuat orang lain tersandung atas FirmanKu. Engkau tidak mau mengampuni orang lain apabila mereka melukaimu. Engkau berpura-pura mengasihi dan melayaniKu bila ada di tengah-tengah orang Kristen. Tetapi apabila engkau berada jauh dari orang Kristen engkau berbohong, menipu dan mencuri. Engkau mengikuti roh-roh penyesat dan menyukai kehidupan gandamu ini. Engkau tahu jalan lebar dan jalan sempit itu." "Dan," Yesus berkata, "Engkau bercabang lidah. Engkau suka membicarakan saudara laki-laki dan perempuanmu dalam Kristus. Engkau menghakimi mereka dan berpikir bahwa engkau lebih suci daripada mereka, sementara ada begitu banyak dosa di dalam hatimu. Aku tahu ini, engkau tidak mau mendengarkan Roh kasihKu yang manis. Engkau memandang rendah orang tanpa mempedulikan bahwa banyak dari mereka adalah saudaramu seiman. Engkau keras hati. Ya, engkau berkata engkau mengasihiKu dengan bibirmu, tetapi hatimu jauh daripadaKu. Engkau tahu jalan Allah dan engkau memahaminya. Engkau mempermainkan Allah dan Allah mengetahui segala sesuatu. Seandainya engkau melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh engkau tidak akan berada di sini. Engkau tidak dapat melayani Tuhan dan Iblis pada saat yang sama." Yesus menoleh kepadaku dan berkata, "Banyak orang pada hari-hari akhir akan meninggalkan imannya dan mengikuti roh-roh penyesat serta akan menjadi hamba dosa. Keluarlah dari mereka dan pisahkanlah dirimu. Janganlah berjalan di jalan mereka." Pada saat kami melangkah pergi, perempuan itu mulai mengutuk dan menyumpahi Yesus. Ia berteriak dan menjerit dengan marahnya. Kami terus berjalan. Tubuhku begitu lemah. Pada lubang berikutnya ada sebentuk kerangka yang lain. Aku mencium bau kematian bahkan sebelum kami tiba. Kerangka itu kelihatan seperti yang lain. Aku bertanya-tanya apakah yang telah jiwa ini lakukan sehingga ia terhilang dan tanpa harapan, tanpa masa depan selain suatu kekekalan di dalam tempat yang mengerikan ini. Neraka adalah untuk selama-lamanya. Sewaktu aku mendengar tangisan jiwa-jiwa yang disiksa itu, aku ikut menangis pula. Aku memperhatikan sewaktu seorang perempuan berbicara kepada Yesus dari dalam lubang api itu. Ia mengutip Firman Allah. "Ya, Allah, apakah yang sedang ia lakukan di sini ?" tanyaku. "Dengar." kata Yesus. Perempuan itu berkata, "Yesus adalah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Yesus adalah terang dunia. Datanglah kepada Yesus dan Ia akan menyelamatkanmu." Sewaktu ia berbicara banyak jiwa terhilang mengelilinginya untuk mendengarkan. Beberapa menyumpahi dan mengutukinya. Beberapa menyuruhnya berhenti. Yang lain lagi berkata, "Benarkah masih ada harapan?" atau "Tolonglah kami, Yesus." Tangis kepedihan yang keras memenuhi udara. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Aku tidak tahu mengapa perempuan ini memberitakan Injil di sini. Tuhan tahu pikiranku. Ia berkata, "Nak, Aku memanggil perempuan ini pada usia 30 tahun untuk memberitakan FirmanKu dan untuk menjadi saksi Injil. Aku memanggil orang yang berbeda untuk tujuan yang berbeda di dalam tubuhKu. Namun jika laki-laki atau perempuan, pemuda atau pemudi tidak menginginkan RohKu, Aku akan pergi. "Ya, ia memang menjawab panggilanKu untuk beberapa tahun dan ia bertumbuh dalam pengetahuan akan Allah. Dia memperhatikan suaraKu dan ia melakukan banyak pekerjaan yang baik untukKu. Ia mempelajari Firman Allah. Ia sering berdoa dan banyak doa-doanya yang dijawab. Ia mengajar banyak orang tentang jalan kekudusan. Ia setia dalam rumah tangganya. Tahun berlalu, sampai suatu hari ia mendapati bahwa suaminya berhubungan dengan perempuan lain. Dan meskipun suaminya meminta ampun, ia menjadi pahit hati dan tidak mau mengampuninya serta mencoba menyelamatkan perkawinannya. Benar, suaminya salah dan ia benar-benar melakukan suatu dosa besar. Tetapi perempuan itu tahu FirmanKu. Ia tahu untuk mengampuni dan ia tahu bahwa setiap pencobaan ada jalan keluarnya. Suaminya memintanya untuk mengampuninya. Ia tidak mau. Sebagai gantinya, kemarahan mengakar. Kemarahan bertumbuh dalam dirinya. Ia tidak mau menyerahkannya kepadaku. Ia menjadi lebih pahit hati setiap hari dan berkata dalam hatinya, "Lihat, aku melayani Tuhan dengan segala cara dan suamiku pergi dengan wanita lain!, apakah ini benar?" katanya padaKu. Aku berkata, "Tidak, itu tidak benar. Tetapi ia datang kepadamu dan bertobat serta berkata ia tidak akan melakukan hal itu lagi." Aku berkata kepadanya, "AnakKu, lihatlah di dalam dirimu sendiri dan lihat apa yang kau akibatkan atas semua ini pada dirimu." "Bukan aku, Tuhan" katanya, "Aku yang suci dan suamiku itu yang berdosa." Ia tidak mau mendengarkanKu. Waktu berjalan terus dan ia tidak mau lagi berdoa kepadaKu ataupun membaca Alkitab. Ia menjadi marah bukan hanya pada suaminya tetapi juga pada mereka di sekelilingnya. Ia mengutip Kitab Suci, tapi ia tidak mau mengampuni suaminya. Ia tidak mau mendengarkanKu. Hatinya menjadi lebih pahit dan dosa besar masuk ke dalamnya. Roh pembunuh muncul dalam hatinya menggantikan tempat roh kasih yang dulu pernah ada. Dan suatu hari, dalam kemarahannya, ia membunuh suaminya dan perempuan lain itu. Iblis kemudian menguasai sepenuhnya dan ia membunuh diri sendiri." Aku memperhatikan jiwa terhilang yang telah meninggalkan Kristus dan menghukum jiwanya selama-lamanya dalam api dan kesakitan. Aku mendengar tatkala ia menjawab Yesus. "Aku akan mengampuni sekarang, Tuhan." katanya. "Keluarkanlah aku. Aku akan mentaatiMu sekarang. Lihat, Tuhan, aku memberitakan firmanMu sekarang. Dalam satu jam setan-setan akan datang mengambilku untuk disiksa lebih buruk lagi. Berjam-jam mereka akan menyiksaku. Karena aku memberitakan FirmanMu siksaanku menjadi lebih berat. Tolong, Tuhan, aku mohon kepadaMu, keluarkanlah aku." Aku menangis bersama perempuan dalam lubang itu dan meminta Allah untuk menjagaiku dari segala kepahitan hati. "Jangan biarkan aku memperbolehkan kebencian masuk dalam hatiku, Tuhan Yesus." kataku. "Mari kita terus." kata Yesus. Pada lubang berikutnya ada jiwa seorang laki-laki dibungkus oleh kerangkanya, berseru kepada Yesus. "Tuhan." ia berseru, "tolong jelaskan mengapa aku disini." Yesus berkata, "Diam, tenanglah. Engkau tahu mengapa engkau berada di sini.." "Keluarkanlah aku dan aku akan menjadi orang yang baik." orang itu memohon. Yesus menoleh kepadaku dan berkata, "Laki-laki ini berumur 23 tahun pada waktu ia sampai di sini. Ia tidak mau mendengarkan InjilKu. Ia banyak kali mendengar FirmanKu dan berada di rumahKu. Aku menariknya dengan RohKu untuk mendapatkan keselamatan, tetapi ia menginginkan dunia dan keinginannya. Ia suka minum minuman keras dan tidak menghiraukan panggilanKu. Ia dibesarkan dalam gereja, tetapi tidak menyerahkan dirinya kepadaKu. Suatu hari ia berkata kepadaKu, "Aku akan hidup dengan kehidupanku bagiMu suatu hari nanti, Yesus.". Tetapi hari itu tak pernah tiba. Suatu malam sepulang dari pesta, ia mengalami kecelakaan lalu lintas dan tewas. Iblis menipunya sampai pada akhirnya. Ia tewas seketika itu. Ia tidak mau mendengarkan panggilanKu. Yang lain mati juga dalam kecelakaan itu. Pekerjaan Iblis adalah membunuh, mencuri, dan membinasakan. Seandainya saja orang muda ini mau mendengarkan. Bukanlah kehendak Bapa seorangpun binasa. Iblis menginginkan jiwa orang ini dan ia membinasakannya melalui kecerobohan, dosa dan kemabukan. Banyak rumah tangga dan kehidupan dihancurkan setiap tahunnya oleh minuman keras." Seandainya orang mau menyadari bahwa nafsu dan keinginan duniawi hanya untuk sementara. Apabila engkau mau datang kepada Yesus, Ia akan melepaskanmu dari kecanduan minuman keras. Panggillah Yesus dan Ia akan mendengar dan menolongmu. Ia akan menjadi sahabatmu. Ingatlah bahwa Ia mengasihimu dan Ia juga memiliki kuasa untuk mengampuni dosa-dosamu. Orang-orang kristen yang telah berkeluarga, Yesus memperingatkanmu agar engkau tidak melakukan perzinahan. Dan menginginkan orang lain dari jenis kelamin yang berbeda, bahkan sewaktu engkau belum melakukan perzinahan, engkau berzinah dalam hatimu. Orang-orang muda, hindarkanlah obat-obat terlarang dan dosa-dosa percabulan. Apabila engkau telah berdosa, Allah akan mengampunimu. Panggillah Ia sekarang, manakala masih ada waktu. Temuilah orang Kristen yang sungguh-sungguh dewasa rohaninya dan mintailah mereka memberi nasehat atas masalah yang engkau hadapi. Engkau akan bersuka cita karena engkau mengambil waktu sekarang di dunia ini, sebelum segala sesuatunya terlambat. Iblis datang menyerupai malaikat terang untuk menipu dunia. Tak heran bila dosa-dosa dunia ini nampai begitu menggiurkan bagi orang-orang muda, bahkan meskipun mereka mengenal Firman Allah yang kudus. Pesta satu kali lagi, pikirnya, Tuhan akan memahaminya. Tetapi maut tidak kenal belas kasihan. Ia menunggu terlalu lama. Aku memperhatikan jiwa laki-laki itu dan aku teringat akan anakku sendiri yang sebentar lagi berusia 23 tahun. "Oh, Tuhan, biarkanlah mereka melayaniMu!" Aku tahu bahwa banyak di antara anda yang sedang membaca buku ini memiliki orang-orang yand dikasihi, mungkin anak, yang engkau tak ingin mereka sampai ke neraka. Ceritakan kepada mereka tentang Yesus sebelum semuanya terlambat. Katakanlah, agar mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan bahwa Tuhan akan mengampuni mereka dan menguduskan mereka. Tangisan orang itu terngiang-ngiang dalam diriku berhari-hari. Aku tak akan pernah melupakan tangis penyesalannya. Aku teringat daging-daging bergelantungan dan terbakar dalam api. Aku tak dapat melupakan kebusukan, bau kematian, lubang-lubang tempat matanya dulu, jiwa berwarna kelabu kotor dan ulat-ulat yang merayap memasuki tulang-tulang itu. Kerangka orang itu menaikkan tangannya ke arah Yesus dengan memohon. Kami pergi menuju lubang berikutnya. "Tuhan," aku berdoa, "berikanlah aku kekuatan untuk terus." Aku mendengar suara seorang perempuan berteriak dalam keputusasaan. Jerita-jeritan orang mati terdengar dimana-mana. Segera kami tiba pada lubang tempat wanita itu. Ia memohon dengan segenap jiwa agar Yesus mengeluarkannya dari sana. "Tuhan," katanya, "tidak cukup lamakah aku di sini? siksaanku melebihi dari apa yang dapat kutanggung. Tolonglah Tuhan, keluarkanlah aku!" Isakannya menggetarkan kerangkanya dan rasa sakit yang luar biasa terasa di dalam suaranya. Aku tahu ia sangatlah menderita. Aku berkata, "Yesus adakah sesuatu yang dapat Kau lakukan?" Yesus kemudian berbicara kepada perempuan itu, "Sewaktu engkau hidup di bumi," kataNya, "aku memanggil dan memanggilmu untuk datang kepadaKu. Aku memintamu untuk mengarahkan hatimu hanya kepadaKu, untuk mengampuni orang lain, untuk berbuat baik, untuk meninggalkan dosa. Aku bahkan mengunjungimu pada malam hari dan menarikmu dengan RohKu waktu demi waktu. Dengan bibirmu engkau berkata engkau mengasihiKu, tetapi hatimu jauh daripadaKu. Tidakkah engkau tahu bahwa tidak ada satupun yang dapat disembunyikan dari Allah? Engkau menipu yang lain, tetapi engkau tidak dapat menipuKu. Aku masih saja mengirimkan orang untuk memberitahumu, agar bertobat tetapi engkau tidak mendengarkannya. Engkau tidak mau mendengarkan, engkau tidak mau melihat dan dengan marah engkau mengusir mereka. Aku menempatkanmu di tempat di mana engkau dapat mendengarkan FirmanKu. Tetapi engkau tidak mau memberi hatimu kepadaKu. Engkau tidak menyesal, bahkan engkau tidak malu atas apa yang kau perbuat. Engkau mengeraskan hatimu dan membelakangiKu. Sekarang engkau terhilang dan tersesat selama-lamanya. Seharusnya dulu engkau mendengarkanKu." Pada saat ini, ia menatap Yesus dan mulai menyumpahi serta mengutuki Tuhan. Aku merasakan hadirnya roh-roh jahat dan tahu bahwa roh-roh jahat itulah yang sedang mengutuki dan menyumpah-nyumpah. Begitu menyedihkan terhilang selama-lamanya di dalam neraka. Tolaklah Iblis pada saat kau masih bisa dan ia akan lari daripadamu. Yesus berkata, "Dunia dan segala isinya akan lenyap tetapi FirmanKu tidak akau berlalu.".
**************************

No comments: