Saturday, February 28, 2009

Neraka - BAB 1, MENUJU KE NERAKA

BAB 1MENUJU KE NERAKA
Pada bulan Maret 1976 sewaktu aku berdoa di rumah, aku mendapat suatu kunjungan dari Tuhan Yesus Kristus. Aku sedang berdoa dalam Roh selama beberapa hari pada saat tiba-tiba saja aku merasakan benar hadirat Allah. KuasaNya dan kemuliaanNya memenuhi rumah. Suatu cahaya yang terang benderang memenuhi ruangan, sementara aku berdoa dan suatu perasaan yang indah dan mengagumkan datang ke atasku. Cahaya bersinar dalam gelombang-gelombang, memutar dan melipat satu sama lain dan berputar melampaui dan keluar satu dari yang lainnya. Pemandangan yang sangat menakjubkan! Dan kemudian suara Tuhan mulai berbicara kepadaku. Ia berkata, "Aku Yesus Kristus Tuhanmu dan Aku bermaksud untuk memberikan suatu wahyu untuk mempersiapkan orang-orang Kudus menjelang kedatanganKu dan membawa kembali banyak orang menuju pada kebenaran. Kuasa kegelapan itu benar-benar ada dan penghakimanKu adalah benar. AnakKu Aku akan membawamu ke neraka bersama RohKu dan Aku akan memperlihatkan kepadamu banyak hal yang Aku ingin agar dunia mengetahuinya. Aku akan menampakkan diri kepadamu beberapa kali: Aku akan mengeluarkan jiwamu dan tubuhmu dan benar-benar akan membawamu ke neraka. Aku ingin engkau menulis sebuah buku dan menceritakan penglihatan-penglihatan dan semua hal yang akan Aku perlihatkan kepadamu. Engkau dan Aku akan berjalan melewati neraka bersama-sama. Buatlah suatu catatan tentang hal-hal yang sudah dan sedang serta akan datang ini. FirmanKu adalah benar, setia dan dapat dipercaya. Aku adalah Aku, dan tidak ada yang lain selain Aku". "O, Tuhan," aku berseru, "Apa yang Engkau inginkan untuk kuperbuat?" Seluruh keberadaanku ingin menangis pada Yesus, menyadari kehadiranNya. Yang paling indah yang dapat kugambarkan adalah dengan menyatakan adanya kasih yang datang atasku. Kasih ini adalah kasih yang paling indah, damai, suka cita, penuh kekuatan daripada apa yang pernah aku rasakan. Puji-pujian kepada Tuhan mulai mengalir dari padaku. Dan pada saat itu juga aku ingin memberikan kepadaNya seluruh hidupku untuk dipakai olehNya, untuk menolong menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Aku tahu, lewat RohNya bahwa sungguh-sungguh Dialah Yesus, Anak Allah yang berada dalam ruangan itu bersamaku. Aku tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan kehadiran ilahiNya. Tetapi aku tahu bahwa itulah Tuhan. "Perhatikan anakKu," Yesus berkata, "Aku akan membawamu bersama RohKu menuju ke neraka sehingga engkau dapat membuat suatu catatan tentang neraka itu pada kenyataannya, untuk menceritakan kepada seluruh bumi bahwa neraka itu benar-benar ada dan untuk membawa orang-orang yang terhilang keluar daripada kegelapan dan menuju terang injil Yesus Kristus." Dengan segera, jiwaku keluar dari tubuhku. Aku pergi bersama Yesus tinggi ke luar dari kamarku dan menuju ke langit. Aku mengetahui semua yang terjadi pada diriku. Aku melihat suami dan anak-anakku tidur di rumah kami di bawah. Seolah-olah aku ini sudah mati dan tubuhku tertinggal di atas tempat tidur, sementara rohku pergi bersama Yesus tinggi melewati atas rumahku. Nampaknya, seakan-akan seluruh atap rumah itu tergulung, dan aku dapat melihat keluargaku tertidur di tempat tidur mereka. Aku merasakan sentuhan Yesus seraya Ia berkata, "Jangan takut, mereka akan selamat." Ia mengetahui pikiranku. Aku akan mencoba sebaik kemampuanku untuk menceritakan kepada Anda tahap demi tahap apa yang kulihat dan kurasakan. Beberapa darinya aku tak memahaminya. Tuhan Yesus menceritakan kepadaku arti dari sebagian besar hal-hal itu, tetapi ada beberapa hal yang tidak Ia ceritakan kepadaku. Aku tahu pada saat itu dan aku tahu sekarang, bahwa hal-hal ini benar-benar terjadi dan hanya Tuhan yang mampu memperlihatkan padaku. Puji namaNya yang kudus. Saudara-saudara, percaya padaku, bahwa neraka benar-benar ada. Aku dibawa ke sana oleh Roh beberapa kali selama mempersiapkan buku ini. Kami telah berada tinggi menuju ke langit. Aku menoleh dan melihat kepada Yesus. Ia penuh kemuliaan dan kuasa, suatu kedamaian memancar daripadaNya. Ia menggandeng tanganku dan berkata, "Aku mengasihimu: Jangan takut, karena Aku bersamamu." Pada saat itu kami bahkan mulai melampaui langit dan sekarang aku melihat bumi ada di bawah. Menonjol keluar dari bumi dan tersebar di beberapa tempat terlihatlah corong-corong beralir memutar menuju ke suatu titik pusat dan kemudian berputar kembali lagi. Corong-corong ini bergerak tinggi melampaui bumi dan nampak seperti sejenis rok sepan raksasa kotor yang bergerak secara teratur. Corong-corong ini keluar dari seluruh bumi. "Apakah ini ?" aku bertanya kepada Tuhan Yesus sewaktu kami datang mendekati salah satunya. "Itulah pintu-pintu gerbang menuju ke neraka," kataNya. "Kita akan pergi menuju neraka melewati salah satu dari pintu itu." Segera, kami memasuki salah satu dari corong itu. Di dalamnya, corong itu nampak seperti terowongan yang berputar berkeliling dan berkeliling serta kembali menyerupai suatu puncak. Suatu kegelap gulitaan turun atas kami dan bersamaan dengan itu tercium bau yang sangat busuk sehingga membuat nafasku sesak. Di sepanjang sisi terowongan ini terdapat mahluk-mahluk hidup yang menempel pada dinding-dindingnya - warnanya kelabu tua dan mahluk-mahluk itu bergerak dan meneriaki kami sewaktu kami lewat. Aku tahu tanpa diberitahu bahwa mereka adalah setan-setan. Mahluk-mahluk itu dapat bergerak tetapi menempel pada dinding. Suatu bau yang memualkan keluar dari mereka dan mereka melengking ke arah kami dengan teriakan-teriakan yang sangat mengerikan. Aku merasakan suatu kuasa gelap yang tak nampak bergerak di dalam terowongan itu. Di tengah kegelapan itu aku dapat menggambarkan bentuk mahluk-mahluk itu, suatu kabut kotor menutupi sebagian besar dari mereka. "Tuhan apakah semuanya ini?" aku bertanya sambil memegang erat-erat tangan Yesus. Ia berkata, "Mereka ini adalah roh-roh jahat yang siap untuk dimuntahkan keluar ke bumi apabila Iblis memberi perintah." Saat kami menuruni dalamnya terowongan ini, mahluk-mahluk jahat itu tertawa dan memanggil-manggil kami. Mereka mencoba untuk menjamah kami, tetapi tidak dapat karena kuasa Yesus. Udarapun tercemar dan kotor, hanya karena kehadiran Yesuslah yang menahanku untuk tidak berteriak karena ketakutan. Ya, benar, aku masih memiliki semua indera. Aku dapat mendengar, mencium, melihat, merasakan dan bahkan mengecap adanya setan di tempat ini. Benar-benar inderaku menjadi lebih peka dan bau busuk serta kecemaran ini membuatku hampir-hampir sakit. Jeritan-jeritan yang menusuk perasaan keluar dari dalam terowongan yang gelap itu menyambut kami. Berbagai suara memenuhi udara. Aku dapat merasakan adanya ketakutan, maut dan dosa disekelilingku. Bau yang paling busuk yang pernah kucium memenuhi udara. Bau ini adalah bau daging membusuk dan nampaknya bau itu datang dari berbagai arah. Belum pernah aku rasakan kejahatan yang sedemikian ataupun teriak keputusasaan yang sedemikian itu di bumi. Segera aku mendapati bahwa semua ini adalah teriakan orang-orang mati dan bahwa neraka dipenuhi oleh ratapan-ratapan mereka. Aku merasakan hembusan angin setan dan daya hisap yang ringan di depan kami. Sinar-sinar menyerupai kilat atau cahara stroboskop menembus kegelappekatan dan membentuk bayang-bayang kelabu pada dinding. Samar-samar aku dapat melihat suatu bentuk di depanku. Aku melompat mundur dengan terkejut manakala aku menyadari bahwa seekor ular besar menjalar di depan kami. Sewaktu aku terus memperhatikan, aku melihat ular-ular yang buruk itu menjalar dimana-mana. Yesus berkata kepadaku, "Kita akan segera memasuki kaki kiri neraka. Di depan akan kau lihat penderitaan yang luar biasa, kesedihan yang sangat memilukan dan kengerian yang tak tergambarkan. Tetap beradalah di dekatKu dan Aku akan memberimu kekuatan serta perlindungan selama kita melewati neraka ini." "Hal-hal yang akan kau lihat merupakan suatu peringatan." kataNya, "Buku yang akan kau tulis akan menyelamatkan banyak jiwa dari neraka. Apa yang engkau lihat ini adalah nyata. Jangan takut sebab Aku bersamamu." Pada akhirnya, Tuhan Yesus dan aku tiba pada dasar terowongan itu. Kami melangkah menuju ke neraka. Aku akan mencoba semampuku untuk menceritakan kepada Anda apa yang kulihat, dan aku akan menceritakannya sesuai dengan urutan yang Tuhan berikan kepadaku. Di depan kami, sejauh yang dapat kulihat, ada benda-benda yang beterbangan dengan cepat kesana kemari. Suara erangan dan jeritan yang memilukan memenuhi udara. Tinggi di depanku aku melihat suatu sinar suram dan kami mulai berjalan kearahnya. Jalannya kering, kotor berdebu. Kami segera sampai pada jalan masuk ke sebuah terowongan kecil yang gelap. Beberapa hal tak dapat kutuliskan di atas kertas; hal-hal itu sangat mengerikan untuk digambarkan. Kengerian di dalam neraka dapat kurasakan dan aku tahu apabila aku tidak bersama Yesus aku tidak akan mau kembali. Dalam menuliskan semua ini, beberapa hal yang kulihat tak dapat kupahami, tetapi Tuhan memahami segala sesuatunya dan Ia menolongku untuk memahami sebagian besar dari apa yang kulihat. Biarlah aku memperingatkan Anda - jangan pergi ke tempat itu. Tempat itu adalah suatu tempat penyiksaan yang mengerikan, kesakitan yang luar biasa dan penderitaan kekal. Jiwamu akan tinggal hidup. Jiwa hidup selama-lamanya. Dan merupakan suatu kenyataan bahwa engkau dan jiwamu akan pergi menuju surta atau neraka. Bagi engkau yang berpikir bahwa neraka adalah di bumi - baik, engkau benar: memang di situ tempatnya! Neraka itu terletak di pusat bumi dan di sana jiwa-jiwa berada dalam siksaan siang dan malam. Tidak ada pesta di neraka, tak ada kasih, tak ada belas kasih, tak ada istirahat. Neraka hanyalah tempat penderitaan di luar yang kau dapat bayangkan.
**********************

No comments: