Saturday, February 28, 2009

Neraka - BAB 2, KAKI KIRI NERAKA

BAB 2KAKI KIRI NERAKA
Suatu bau busuk memenuhi udara. Yesus berkata kepadaku, "Di kaki kiri neraka terdapat banyak lubang. Terowongan ini memiliki cabang menuju ke bagian-bagian lain dari neraka, tetapi kita akan berada beberapa saat pada kaki kiri neraka ini." "Hal-hal yang akan kau lihat ini akan selalu kau ingat. Dunia harus tahu tentang kenyataan adanya neraka ini. Banyak orang berdosa dan bahkan beberapa dari umatKu tidak percaya bahwa neraka itu benar-benar ada. Engkau telah Kupilih untuk membukakan kebenaran-kebenaran ini kepada mereka. Segala sesuatu yang Aku perlihatkan kepadamu mengenai neraka dan semua hal lain yang akan Aku perlihatkan kepadamua adalah nyata." "Yesus telah menampakkan diriNya padaku dalam wujud cahaya yang terang lebih terang dari matahari. Wujud seorang manusia terdapat di tengah-tengah cahaya itu. Kadang-kadang aku melihat Yesus sebagai manusia, tetapi di waktu-waktu yang lain ia dalam wujud Roh. Ia berkata lagi: "Nak, pada waktu Aku berbicara, Bapa berbicara. Bapa dan Aku adalah satu. Ingatlah untuk mengasihi lebih dari segala sesuatu dan mengampuni satu sama lain. Marilah sekarang, ikutilah Aku." Sewaktu kami berjalan roh-roh jahat beterbangan karena kehadiran Tuhan. "Oh, Tuhan," aku berseru. "Apa lagi berikutnya?" Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, aku masih memiliki seluruh indera-ku di dalam neraka. Semua yang ada dalam neraka masih memiliki seluruh indera mereka. Inderaku sekarang bekerja dengan kekuatan penuh. Perasaan takut ada di setiap bagian dan pelbagai bahaya yang tak terkatakan mengintai di setiap tempat. Setiap langkahku lebih menakutkan daripada sebelumnya. Ada pintu-pintu seukuran jendela-jendela kecil terbuka dan tertutup dengan sangat cepat di bagian atas terowongan itu. Teriakan-teriakan memenuhi udara sewaktu mahluk-mahluk setan terbang melewati kami dan keluar melalui pintu-pintu gerbang neraka. Segera kami tiba pada ujung terowongan itu. Aku menjadi gemetar ketakutan karena bahaya dan rasa takut mengelilingi kami. Aku sangat bersyukur karena perlindungan Yesus - sekalipun di dalam lubang-lubang neraka. Namun bahkan dengan perisai perlindungan itu, aku tetap berpikir, bukan kehendakku ya, Bapa, tetapi kehendakMu jadilah. Aku memandangi tubuhku. Untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa aku dalam bentuk roh dan wujudku adalah sewujud dengan bentukku sendiri. Aku bertanya-tanya apa yang terjadi setelah ini. Yesus dan aku melangkah dari terowongan itu menuju ke sebuah jalan yang berpetak tanah lebar. Pada masing-masing sisinya ada lubang-lubang api di berbagai tempat sejauh mata memandang. Lubang-lubang itu berdiameter 1,2 meter dan dalamnya 90 cm serta berbentuk menyerupai sebuah mangkok. Yesus berkata, "Ada banyak lubang-lubang semacam ini pada kaki kiri neraka. Mari, akan Kutunjukkan kepadamu beberapa daripadanya." Aku berdiri di samping Yesus pada jalan setapak itu dan melongok ke salah satu dari lubang itu. Belerang menempel pada sisi lubang itu dan bersinar merah seperti batu bata dalam api. Di setiap tempat itu ada satu jiwa terhilang yang telah mati dan pergi ke neraka. Api mulai membakar dari dasar lubang itu menyala ke atas dan menyelubungi jiwa yang terhilang itu dengan nyalanya. Sesaat api itu akan reda ke bawah menjadi bara api kemudian disertai suara gemuruh akan menyapu kembali menyelubungi jiwa yang disiksa di dalam lubang itu. Aku melihat dan memperhatikan bahwa jiwa terhilang yang ada di dalam lubang itu terkurung di dalam kerangkanya. "Tuhanku," aku menangis melihat pemandangan itu, "tidak dapatkan Kau keluarkan mereka ?". Begitu mengerikan pemandangan itu. Aku membayangkan, seandainya aku. Aku berkata, "Tuhan begitu menyedihkan melihat dan mengetahui ada jiwa yang hidup berada di sini." Aku mendengar suara tangis dari tengah-tengah lubang yang pertama. Aku melihat suatu jiwa dalam sebentuk kerangka, menangis, "Yesus, berbelas kasihanlah!". "Oh, Tuhan!" aku berkata. Suara itu suara seorang perempuan. Aku melihat kepadanya dan aku ingin menariknya keluar dari api itu. Pemandangan itu memedihkan hatiku. Kerangka seorang perempuan dengan suatu kabut berwarna kelabu kotor di dalamnya itu sedang berbicara kepada Yesus. Dengan terkejut aku mendengarkannya. Daging yang membusuk bergelantungan dalam bentuk cabikan-cabikan keluar dari tulang-tulangnya dan pada waktu terbakar daging itu berjatuhan ke dasar lubang itu. Tempat matanya dulu, kini hanyalah berupa rongga kosong. Dia tidak berambut. Api mulai dari kakinya dengan nyala kecil dan membesar pada waktu naik dan menutupi tubuhnya. Wanita itu nampaknya dibakar terus menerus, sekalipun pada waktu nyala api itu hanya merupakan bara api. Jauh dari dalam dirinya tangis dan erang keputusasaan keluar. "Tuhan, aku ingin keluar dari sini !". Ia terus menggapai Yesus. Aku memandang pada Yesus dan kepedihan yang mendalam tergambar pada wajahNya. Yesus berkata kepadaku, "AnakKu, engkau berada disini bersamaKu agar dunia tahu bahwa dosa berakibat maut dan bahwa neraka benar-benar ada." Aku memandangi wanita itu lagi dan cacing-cacing merayap keluar dari tulang-tulang rangkanya. Cacing-cacing itu tidak mati terbakar api. Yesus berkata, "Ia tahu dan merasakan cacing-cacing itu di dalam tubuhnya." "Tuhan, berbelas kasihanlah !" Aku menangis pada saat api itu mencapai puncaknya dan nyala yang mengerikan itu menyapu tubuhnya lagi. Tangis dan isakan yang memilukan menggoncangkan rangka dari jiwa wanita ini. Ia terhilang. Dan tak ada jalan keluar. "Yesus, mengapa ia ada di sini?" aku berkata dengan suara lirih karena aku sangat ketakutan. Yesus berkata, "Mari." Jalan setapak yang kami lalui berbentuk sirkuit yang berputar melingkar ke dalam dan keluar di antara lubang-lubang api ini sejauh yang kulihat. Tangis-tangis mayat hidup, bercampur dengan erangan dan jeritan yang menyeramkan masuk ke telingaku dari segala arah. Tak ada saat-saat yang tenang di dalam neraka. Bau orang mati dan daging-daging yang membusuk sarat memenuhi udara. Kami mendatangi lubang selanjutnya. Di dalam lubang ini, yang ukurannya sama seperti yang lain, ada sebentuk kerangka lagi. Suara seorang laki-laki menjerit dari dalam lubang itu berkata, "Tuhan, berilah kemurahan kepadaku !". Hanya apabila mereka berbicara aku dapat mengenali apakah jiwa itu seorang laki-laki atau perempuan. Isakan tangis yang memilukan datang dari laki-laki ini. "Maafkan aku, Yesus. Ampuni aku. Keluarkanlah aku dari sini. Aku telah berada di tempat penyiksaan ini bertahun-tahun lamanya. Aku mohon padaMu, keluarkanlah aku!" Aku memandangi Yesus dan kulihat Iapun sedang menangis. Ia menengadah dan berkata, "BapaKu berilah belas kasihan!" "Tuhan Yesus," pria itu berseru dari dalam lubang yang terbakar itu, "tidakkah aku sudah cukup menderita karena dosa-dosaku? Telah 40 tahun semenjak kematianku." Yesus berkata, "Telah tertulis, 'Orang benar harus hidup oleh iman!' Semua pencemooh dan orang-orang yang tidak percaya akan mendapatkan bagian mereka di dalam lautan api. Engkau tidak mau mempercayai kebenaran. Berkali-kali umatKu diutus kepadamu untuk menunjukkan jalan itu, tetapi engkau tidak mau mendengarkan mereka. Engkau mentertawakan mereka dan menolak Injil. Meskipun Aku telah mati disalib untukmu, engkau mengejekKu dan tidak mau bertobat dari dosa-dosamu." "BapaKu memberimu banyak kesempatan untuk diselamatkan. Seandainya engkau mau mendengarkan." Yesus menangis. "Aku tahu, Tuhan, aku tahu!" pria itu berseru. "Tapi aku bertobat sekarang." "Sudah terlambat," kata Yesus. "Keputusan telah dijatuhkan." Pria itu melanjutkan, "Tuhan, beberapa dari bangsaku akan masuk kemari, karena merekapun tidak mau bertobat. Tolong Tuhan, biarkan aku pergi memberitahu mereka, bahwa mereka harus bertobat dari dosa-dosa mereka selagi mereka masih di bumi. Aku tak ingin mereka masuk kemari." Yesus berkata, "Mereka memiliki penginjil-penginjil, pengajar-pengajar, penatua-penatua - semua pelayan Injil. Mereka akan memberitahu bangsamu. Mereka juga mendapatkan kemudahan dari sistem komunikasi modern dan banyak cara lain untuk mempelajari tentang Aku. Aku mengirim pengerja-pengerjaKu kepada mereka supaya mereka percaya dan diselamatkan. Apabila mereka tidak mau percaya pada waktu mereka mendengar pemberitaan Injil tidak akan pula mereka dapat diyakinkan meskipun ada seseorang yang bangkit dari matinya. Meskipun demikian, pria itu menjadi sangat marah dan mulai mengutuk. Kata-kata yang kotor dan menghina keluar dari padanya. Aku memandanginya dengan ketakutan sewaktu nyala api itu berkobar dan tubuhnya yang mati dan membusuk itu mulai terbakar dan berjatuhan di dalam longsongan mati itu, aku melihat jiwanya. Jiwa itu rupanya seperti kabut berwarna abu-abu kotor dan mengisi bagian dalam kerangkanya. Aku menoleh kepada Yesus dan menangis, "Tuhan, begitu mengerikan !" Yesus berkata, "Neraka itu betul-betul ada; penghukuman itu betul-betul ada. Aku begitu mengasihi mereka, anakKu. Ini hanyalah awal dari hal-hal menakutkan yang harus Aku perlihatkan padamu. Masih ada banyak lagi. Beritahukanlah kepada dunia untukKu bahwa neraka itu nyata, bahwa laki-laki dan perempuan harus bertobat dari dosa mereka. Mari, ikutlah Aku. Kita harus terus. Pada lubang selanjutnya seorang wanita berperawakan tinggi ramping yang nampaknya berusia sekitar 80 tahun. Aku tidak dapat menerangkan bagaimana aku dapat mengetahui umurnya, tapi aku tahu. Kulitnya terkelupas dari tulangnya karena api yang terus-menerus ini dan hanya tulang-tulang yang tinggal dengan jiwa yang berupa kabut kotor di dalamnya. Aku memperhatikan sewaktu api itu membakarnya. Segera di sana hanya tinggal tulang-tulang dan ulat-ulat yang tak terbakar api, merayap di dalamnya. "Tuhan, begitu mengerikan!" aku menjerit. "Aku tak tahu apakah aku dapat terus karena penderitaan di sini begitu mengerikan di luar dugaan." Sejauh yang dapat kulihat, jiwa-jiwa dibakar dalam lubang-lubang api. "AnakKu, inilah sebabnya engkau berada di sini," Yesus menjawab. "Engkau harus tahu dan menceritakan kebenaran tentang neraka. Surga itu benar-benar ada! Neraka itu benar-benar ada! Mari, kita mesti terus." Aku menoleh ke belakang ke arah wanita itu. Tangisnya begitu memilukan. Aku memperhatikan, manakala ia menangkupkan tangan belulangnya seolah-olah sedang berdoa. Aku tak dapat menahan tangis. Aku dalam wujud roh dan aku menangis. Aku tahu bahwa orang-orang di neraka merasakan semua hal ini pula. Yesus tahu pikiranku, "Ya, nak" kataNya, "Mereka merasakannya. Pada waktu orang datang kemari, mereka memiliki perasaan dan pikiran yang sama seperti ketika mereka berada di bumi, mereka ingat sanak keluarga dan teman-teman mereka serta semua saat dimana mereka memiliki kesempatan untuk bertobat tetapi menolak untuk melakukannya. Kenangan akan selalu bersama mereka. Seandainya saja mereka percaya akan Injil dan bertobat sebelum segalanya terlambat." Aku memandangi wanita tua itu sekali lagi, saat ini aku mendapati bahwa ia hanya memiliki satu kaki dan nampaknya ada lubang-lubang bekas dibor pada tulang panggulnya. "Apakah semua ini, Yesus?" tanyaku. Ia berkata, "Nak, sewaktu ia di bumi, ia menderita sakit kanker dan mengalami rasa sakit luar biasa. Pembedahan dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya. Ia terbaring sebagai seorang wanita dengan kepahitan hati selama bertahun-tahun. Banyak dari umatKu datang mendoakannya dan berkata kepadanya bahwa Aku dapat menyembuhkannya. Ia berkata, "Tuhan yang membuatku begini." dan dia tidak mau bertobat serta mempercayai Injil. Ia bahkan pernah mengenalKu, tetapi lambat laun ia menjadi membenciKu." "Ia berkata ia tidak butuh Tuhan dan tidak ingin Aku menyembuhkannya. Aku memohonnya, masih ingin menolongnya, ingin menyembuhkannya, memberkatinya. Ia membelakangiKu dan mengutukiKu. Ia berkata bahwa dia tidak membutuhkanKu. RohKu masih berbantah-bantah dengannya. Bahkan setelah ia membelakangiKu, Aku masih berusaha menariknya dengan RohKu, tetapi ia tidak mau mendengarkannya. Akhirnya ia mati dan masuk kemari." Wanita tua itu berseru kepada Yesus, "Tuhan Yesus, ampunilah aku sekarang. Maafkan aku karena aku tidak bertobat sewaktu aku berada di bumi. Dengan isakan keras ia menangis kepada Yesus. Seandainya saja aku bertobat sebelum segala sesuatunya terlambat! Tuhan, tolong keluarkan aku dari sini. Aku akan melayani Engkau. Aku akan menjadi orang yang baik. Tidakkah aku sudah cukup menderita? Mengapa aku menunggu sampai terlambat ? Oh, mengapa aku menunggu sampai RohMu benar-benar meninggalkanku?" Yesus berkata kepadanya, "Engkau mendapat kesempatan demi kesempatan untuk bertobat dan melayani Aku." Kesedihan tergambar pada wajah Yesus, sewaktu kami berlalu. Sambil kupandangi wajah wanita tua itu aku bertanya, "Tuhan apa lagi selanjutnya?" Aku dapat merasakan kengerian di sekelilingku. Penderitaan, tangis kesakitan dan suasana kematian ada dimana-mana. Yesus dan aku berjalan dengan perasaan duka dan kasihan menuju ke lubang berikutnya. Hanya oleh kekuatanNya aku dapat terus. Dari jarak jauh aku masih dapat mendengar tangis pertobatan dan permohonan ampun dari wanita tua itu. Seandainya ada yang dapat kuperbuat untuk menolongnya! pikirku. Hai orang-orang berdosa, janganlah engkau menunggu sampai Roh Tuhan pergi meninggalkanmu. Dalam lubang yang berikutnya, ada seorang wanita berlutut seolah-olah sedang mencari sesuatu. Kerangkanya juga penuh lubang. Tulang-tulangnya terlihat dan gaunnya yang robek terbakar api. Kepalanya gundul dan hanya ada lubang tempat mata dan hidungnya dulu. Api yang kecil membakar seputar kaki dimana ia berlutut dan ia mencakari sisi-sisi lubang belerang itu. Api membakar tangannya dan daging-daging mati terus berjatuhan pada saat ia menggali. Isakan luar biasa menggoncangkannya, "Oh, Tuhan, Oh, Tuhan." Ia berteriak, "Aku ingin keluar." sewaktu kami perhatikan, ia akhirnya mencapai bagian atas dari lubang itu dengan kakinya. Aku pikir ia akan keluar, sewaktu satu setan besar dengan sayap-sayap besar yang kelihatannya hampir patah ujungnya dan bergantung pada sisi tubuhnya, berlari ke arah perempuan itu. Setan itu berwarna hitam kecoklatan dan tubuhnya yang besar ditumbuhi bulu seluruhnya. Matanya menjorok jauh ke dalam kepalanya dan ia berukuran kira-kira sebesar beruang dewasa. Setan itu bergegas menghampirinya dan mendorongnya keras ke belakang masuk ke dalam lubang dan api. Aku ngeri sewaktu ia terjatuh. Aku sangat kasihan padanya. Aku ingin menariknya dalam tanganku dan memeluknya, memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkannya dan mengeluarkannya dari sana. Yesus mengetahui pikiranku dan berkata, "AnakKu, keputusan telah dijatuhkan. Allah telah berbicara, bahkan pada waktu ia masih kanak-kanak, Aku memanggil dan memanggilnya untuk bertobat dan melayaniKu. Sewaktu ia berusia 16 tahun, Aku datang kepadanya dan berkata, "Aku mengasihimu. Berikanlah hidupmu untukKu dan ikutlah Aku karena Aku telah memanggilmu untuk suatu tujuan yang khusus." Aku memanggilnya sepanjang hidupnya, tetapi ia tak mau mendengar. Ia berkata, "Suatu hari nanti, aku akan melayaniMu. Aku tidak punya waktu untukMu sekarang. Tak ada waktu tak ada waktu. Aku suka bersenang-senang. Tak ada waktu, tak ada waktu untuk melayaniMu, Yesus. Besok aku mau." Dan esok itu tak pernah tiba, karena ia menunggu terlalu lama. Wanita itu berseru kepada Yesus, "Jiwaku benar-benar disiksa. Tak ada jalan keluar. Aku sadar bahwa aku menginginkan dunia, bukan Engkau, Tuhan. Aku menginginkan kekayaan, kemasyuran, serta keberuntungan, dan aku mendapatkan semua itu. Aku dapat membeli segala sesuatu yang aku inginkan, aku adalah tuan atas diriku sendiri. Aku adalah wanita tercantik dan berpakaian paling indah dalam jamanku. Dan aku memiliki kekayaan, ketenaran dan keberuntungan, namun aku mendapati bahwa aku tidak dapat membawa kesemuanya itu setelah aku mati. Oh Tuhan, neraka begitu mengerikan. Aku tidak pernah beristirahat, siang maupun malam. Aku selalu dalam kesakitan dan siksaan. Tolonglah aku, Tuhan!" ia berseru. Wanita itu menengadah kepada Yesus dengan penuh kerinduan dan berkata, "Ya Allahku, seandainya dulu aku mau mendengarkanMu! Aku tidak akan menyesal selama-lamanya. Aku merencanakan untuk melayaniMu suatu hari nanti - apabila aku sudah siap. KUpikir Engkau akan selalu di sana menungguku. Namun betapa kelirunya aku!. Aku adalah salah satu wanita idaman di jamanku karena kecantikanku. Aku tahu Tuhan memanggilku untuk bertobat. Sepanjang hidupku Ia menarikku dengan jalinan kasih dan sangkaku aku dapat memperalat Tuhan seperti aku memperalat orang lain. Ia akan selalu ada di sana. Oh ya, aku memperalat Tuhan! Ia berusaha keras menarikku untuk melayaniNya. Sementara sepanjang waktu aku berpikir aku tidak membutuhkanNya. Oh, betapa kelirunya aku!. Karena Iblis mulai memperalat aku dan aku mulai lebih dan lebih melayani Iblis. Pada akhirnya, aku mengasihinya lebih dari pada Tuhan. Aku lebih suka berbuat dosa dan tidak kembali kepada Allah. "Iblis menggunakan kecantikan dan uangku serta kemampuan berpikirku untuk berpaling kepada seberapa besar kekuasaan yang ia berikan kepadaku. Bahkan setelah itu, Allah masih terus menarikku. Namun aku masih berpikir, aku masih punya hari esok atau hari yang berikutnya. Kemudian suatu hari, sementara menaiki sebuah mobil sopirku menabrak sebuah rumah dan aku tewas. Tuhan, biarkanlah aku keluar." Pada waktu ia berbicara tangan dan lengan belulangnya menggapai Yesus, sementara nyala api terus membakarnya. Yesus berkata, "Keputusan telah ditetapkan." Airmata bergulir di pipiNya, pada saat kami berjalan menuju lubang berikutnya. Aku menangis dalam hati melihat keganasan neraka. "Ya, Tuhan," aku berseru "Siksaan ini benar-benar nyata. Apabila satu jiwa datang kemari, tidak akan ada harapan, tidak ada kehidupan, tak ada kasih. Neraka itu benar-benar ada." Tidak ada jalan keluar, pikirku, ia pasti dibakar dalam nyala api ini selama-lamanya. "Waktu berlalu," Yesus berkata. "Kita akan kembali kemari besok." Saudara-saudara, apabila engkau hidup dan dosa, bertobatlah. Apabila engkau telah lahir baru dan undur dari Tuhan, bertobat dan kembalilah kepadaNya sekarang. Hiduplah dengan benar dan berdirilah atas kebenaran. Bangkitlah sebelum segala sesuatunya terlambat dan engkau akan tinggal bersama Allah di dalam Surga. Yesus berkata lagi, "Neraka memiliki suatu tubuh (seperti bentuk tubuh manusia), berbaring dengan punggungnya terletak di pusat bumi. Neraka berbentuk menyerupai tubuh manusia sangat besar dan memiliki banyak kamar siksaan. Ingatlah untuk memberitakan kepada manusia di bumi, bahwa neraka itu benar-benar ada. Berjuta-juta jiwa terhilang ada di sini dan kian hari kian bertambah. Pada hari penghakiman terakhir, maut dan alam maut akan dilemparkan ke dalam lautan api, itulah kematian yang kedua."
****************

No comments: